PojokEkonomi

MISI UTAMA JOKOWI 2019-2024, PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, SEBUAH “SHIFTING STRATEGY”

Misi Utama Jokowi 2019-2024, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, sebuah “Shifting Strategy”
Oleh DR.PosmaCenter Sekjen Tim Relawan Nasional TRN#01
Sumber: Peter F Gontha

Menarik menyimak tulisan dari Peter F. Gontha. Berikut ulasannya.

Sampai saat ini ekspor Indonesia belum mendukung neraca perdagangan positip. Padahal peningkatan pendapatan diperlukan untuk menutup neraca pembayaran.

Ekspor barang Indonesia masih belum dapat diandalkan karena mayoritas barang ekspor Indonesia adalah hasil kekayaan alam.

Produk Indonesia masih belum mempunyai nilai yang dapat diandalkan dan diharapkan konsumen pasar dunia. Indonesia belum dapat bersaing dengan barang dari Cina, Korea, dan Jepang, karena barang produksi Indonesia tidak mempunyai muatan teknologi sama sekali di pasaran dunia.

Sebenarnya kita mendapat bonus demografi, namun sampai saat ini belum dapat dimanfaatkan maksimal.

Hal ini dikarenakan sistem pendidikan kita selama dua generasi (2 X 25 tahun) itu miskin akan pendidikan sains dan teknologi. Kita menghasilkan lebih banyak ahli di bidang ilmu sosial.

“Siapa yang salah? Semua yang tidak memperhatikan pembangunan Infrastruktur manusia Indonesia selama 50 tahun ini!”

Sebagai pembanding adalah perjuangan Bangsa Korea untuk generasi mudanya agar bisa maju seperti sekarang ini.

Pada tahun 1969 orang Korea masih saling bertanya: “Apakah anda sudah makan nasi hari ini?” Namun pada tahun tersebut Presiden Park Chung Hee membuat ikrar bersama rakyatnya. Tekadnya bahwa segenap elemen bangsa Korea akan bekerja sekuat tenaga mendidik dan mempersiapkan generasi mendatang yang mampu memenangi perubahan jaman. Hasilnya? Sekarang kita melihat bahwa ikrar tersebut membuahkan hasil.

Setelah pemerintah selama 4 tahun membangun Infrastruktur fisik yang sangat diperlukan di negeri kita, pada tahun-tahun mendatang Presiden Joko Widodo, apabila terpilih kembali, akan mengenjot pembangunan INFRASTRUKTUR MANUSIA Indonesia.”

Jokowi bertekad mengirim sebanyak mungkin kaum muda Indonesia ke luar negeri untuk mengikuti pendidikan di bidang sains dan teknologi. Presiden telah menginstruksikan menteri keuangan untuk mempersiapkan semua itu. Bukan mengirim ribuan atau puluhan ribu tapi ratusan ribu bahkan jutaan anak muda yang mau dikirim keluar negeri.

Yang menarik, Presiden Jokowi juga menghendaki agar mereka yang dikirim sekolah bukan hanya yang pintar-pintar tetapi juga yang kurang pintar. “Masa anak yang kurang pintar tidak boleh mendapat beasiswa, kapan pintarnya?”

“Masa kita cuman bisa bangun gedung, jembatan dan jalan, Bikin jalanan kereta api atau MRT saja harus dibangun orang asing. Teknologi farmasi dan kedokteran saja kita impor semua.”

Ke depan penggunaan mayoritas anggaran negara akan dipindahkan dari pembangunan infrastruktur fisik kepada pembangunan infrastruktur manusia Indonesia yang berkualitas!

Meski ini akan memakan waktu hingga 2 generasi, seperti Korea, kita tidak lagi dapat menunggu.

Siapa pun Presiden RI untuk 50 tahun mendatang harus fokus membangun Infrastruktur Manusia Indonesia.

Inilah “Shifting Strategy” yang akan mengantarkan bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan yang dicita-citakan para pendiri bangsanya.

#IndonesiaMaju
#01JokowiSatuKaliLagi
#PosmaBelaJokowinomics
TRN #01

Comment here