PojokEkonomi

Holcim Dicaplok PT Semen Indonesia

Jakarta – PT Semen Indonesia (SI) atau yang sebelumnya dikenal sebagai Semen Gresik, pada hari Selasa telah mengambil alih 6,18 miliar saham Holcim, ataup sekitar 80,6 persen saham perusahaan dalam transaksi US $ 916 juta. Akuisisi ini dipegang oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan sebagai anak perusahaan SI.

Sebelumnya, PT. Semen Indonesia juga telah mengakuisisi Thang Long Cement Vietnam pada Januari 2013. Dengan nilai investasi sekitar Rp. 1,5 triliun, juga menguasai 70% saham Thang Long Cement, yang kian menjadikannya produsen semen terbesar di Indonesia sekaligus di Asia Tenggara.

Menurut Hendi Prio Santoso, selaku Direktur Utama PT Semen Indonesia, “Perusahaan akan dapat memproduksi 53 juta ton semen setelah akuisisi Holcim,” katanya seperti dilansir kontan.co.id pada Rabu (14/11/2018).

Semen Indonesia sendiri telah menguasai 40 persen pasar semen di Indonesia, sementara Holcim menguasai 15 persen pasar. Itu berarti PT Semen Indonesia akan menguasai 55 persen pasar domestik.

Sementara itu menurut Soebandi Murjo, analis perdagangan semen di Indonesia menjelaskan jika akusisi ini juga akan mengubah industri semen Indonesia dari kompetitif menjadi oligopoli.

“Oligopoli adalah struktur pasar yang dimana hanya terdapat sedikit penjual, dan mereka menjual barang yang sama atau identik dengan yang lain. Akan tetapi oligopli membuat keputusan mengenai tingkat produksi secara individu, jadi hasilnya adalah jumlah yang lebih besar dengan harga yang lebih rendah.”

Comment here