PojokEkonomiPojokNews

Di Q3, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,17 persen

Jakarta – (6/11/2018), BPS mencatat pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia pada quartal III 2018 berada di angka 5,17 persen, sedikit di atas perkiraan pasar 5,15 persen. Ekspansi ini terutama didorong oleh konsumsi swasta dan investasi yang tetap, sementara ekspor berkontribusi negatif terhadap pertumbuhan PDB.

Di sisi pengeluaran (kebanyakan dari pengeluaran ini dapat diubah menjadi keuntungan), konsumsi rumah tangga naik 5,01 persen pada kuartal ketiga, setelah 5,14 persen peningkatan pada periode sebelumnya; dan investasi tetap naik 6,96 persen, meningkat dari 5,87 persen pada kuartal Juni. Selain itu, belanja pemerintah naik 6,28 persen pada kuartal ketiga, dibandingkan dengan kenaikan 5,26 persen pada periode sebelumnya. Sementara net external demand berkontribusi negatif terhadap pertumbuhan PDB karena impor melonjak 14,06 persen (vs 15,17 persen pada Q2) dan ekspor meningkat lebih lemah 7,52 persen (vs 7,70 persen pada Q2).

Di sisi produksi, pertumbuhan berkurang untuk: pertanian (3,62 persen vs 4,76 persen pada Q2); listrik dan gas (5,58 persen vs 7,56 persen); transportasi (5,64 persen banding 8,59 persen); layanan bisnis (8,67 persen vs 8,89 persen); dan layanan lainnya (9,19 persen vs 9,22 persen).

Sementara itu, PDB meningkat dengan laju yang lebih cepat untuk: manufaktur (4,33 persen vs 3,97 persen); konstruksi (5,79 persen vs 5,73 persen); informasi dan komunikasi (8,98 persen vs 6,06 persen); jasa keuangan dan asuransi (3,44 persen vs 3,02 persen); real estate (3,85 persen vs 3,11 persen); administrasi publik, pertahanan dan jaminan sosial (7,89 persen vs 7,20 persen); pendidikan (6,62 persen vs 4,94 persen); penambangan dan penggalian (2,68 persen vs 2,21 persen); pengelolaan air dan limbah (6,22 persen vs 3,94 persen); perdagangan grosir dan eceran (5. 26 persen vs 5,24 persen); akomodasi & layanan makanan (5,90 persen vs 5,75 persen); dan layanan kesehatan dan sosial (7,55 persen vs 7,07 persen).

Untuk 2018, pemerintah masih optimis ekonomi tumbuh sebesar 5,4 persen meskipun pengamat mengatakan pandangan terbaru adalah 5,14 persen. Perkiraan bank sentral 2018 adalah antara 5,1-5,2 persen.

Sumber data: ekonomi perdagangan Indonesia.

Comment here